Beda Antara Anak Terlambat Bicara Dengan Bisu

Beda Antara Anak Terlambat Bicara Dengan Bisu

Hal yang wajar jika anak terlambat bicara. Namun, terkadang orang tua terlalu khawatir. Tentu kekhawatiran tersebut bukan tanpa alasan. Mereka takut jika anak mereka tuna wicara atau bisu.

Sebenarnya, ada hal yang bisa dijadikan patokan apakah anak mengalami keterlambatan dalam bicara atau bisu. Jadi, ibu sebagai orang tua tidak perlu risau jika sehingga usia tertentu anak ibu belum mulai terlihat belajar bicara. Untuk itu, ketahui dulu bagaimana ciri-ciri anak bisu.

Tanda-Tanda Anak Bisu

Ada pengetahuan linguistik yang harus ibu ketahui sebelumnya. Di dalam ilmu linguistik, disebutkan bawasannya anak belajar bicara dari proses ia mendengarkan. Anak mendengar, merekam di otak, dan mencoba untuk menirukan kata-kata tersebut. Jadi, kesimpulannya anak yang bisa mendengar itu bisa berbicara. Sementara itu, anak yang tuna rungu itu sudah bisa dipastikan bisu.

Dari penjelasan singkat tersebut di atas, bisu itu ada kaitannya dengan tuli. Jika anak tidak merespon ketika dipanggil, maka ada kemungkinan ia tuli dan akhirnya ia tidak bisa bicara. Berbeda dengan anak yang memang belum bisa bicara namun ketika dipanggil, anak tersebut memberikan respon seperti menoleh dan lain sebagainya. Anak tersebut memang memiliki masalah dengan belajar bicara. Anak mengalami terlambat bicara, bukan bisu.

Oleh sebab itu, untuk menentukan apakah anak bisu atau hanya sekedar mengalami keterlambatan dalam belajar bicara, perhatikan saja bagaimana ia merespon ketika ibu panggil. Jika ibu merasa ada respon, maka tidak ada masalah dengan sistem pendengarannya. Dan itu artinya tidak ada hal yang perlu dikhawatirkan. Si kecil hanya mengalami keterlambatan belajar bicara.

Terlepas dari hal tersebut, tentu saja ada batasannya apakah keterlambatan itu wajar atau tidak. Untuk itu, ibu juga perlu tahu bagaimana tahap belajar bicara anak.

Tahap Belajar Bicara Anak

Ada satu pertanyaan yang sering ditanyakan oleh para orang tua. Kapan bayi mulai belajar bicara? Sebenarnya, jawabannya tidak sederhana. Pasalnya, harus dijelaskan dulu apa itu bahasa. Jika bahasa diartikan sebagai sesuatu hal yang digunakan untuk berkomunikasi, maka saat baru lahir bayi sudah bisa berbahasa. Menangis merupakan bahasa yang digunakan berkomunikasi.

Akan tetapi, jika berbahasa diartikan sebagai cara berkomunikasi dengan menggunakan kalimat seperti yang orang dewasa lakukan, maka jawabannya beda. Umumnya, anak usia 1 tahun sudah mulai mengucapkan satu dua patah kata walaupun tidak begitu jelas. Proses belajar ini terus dilakukan hingga usianya mencapai sekitar 1-5 bulan. Setelah itu, ada perkembangan yang lebih maju. Kosakata sudah mulai variatif dan cara mengucapkannya pun lebih jelas.

Yang mengagumkan adalah ketika usianya mencapai 2 tahun. Pada saat usia balita 2 tahun, ia tidak lagi hanya bisa mengucapkan kata saja namun mampu merangkai kalimat yang terdiri dari dua atau tiga kata. Pada saat ini, ibu sudah bisa berkomunikasi.

Akan tetapi, jika pada usia 2 tahun anak ibu memiliki kosakata yang sedikit atau bahkan tidak mau mengucapkan kata, itu artinya anak mengalami keterlambatan bicara. Memang, setiap anak memiliki perkembangan yang berbeda-beda. Akan tetapi, secara umum, balita usia 2 tahun sudah bisa merangkai satu kalimat yang sederhana. Ia pun sudah bisa merespon apa yang ibu katakan.

Salah Dalam Mendidik Anak

Tugas ibu yang paling utama adalah memastikan perkembangan anak sesuai dengan seharusnya. Maka, jika anak terlambat belajar bicara, itu artinya ada yang salah dengan apa yang ibu lakukan. Meskipun pengasuhan bukan faktor utama, namun keterlibatan ibu sangat mempengaruhi. Jadi, bagaimana pun juga, proses mendidik yang ibu lakukan harus dilihat atau ditinjau ulang.

Salah satu kesalahan yang menyebabkan anak terlambat belajar bicara adalah terlalu sering membiarkan anak bermain sendiri. Bahkan, ada juga orang tua yang meninggalkan anak mereka berada di ruang TV. Sementara orang tua melakukan aktivitas, anak disuguhkan acara TV. Memang cara ini bisa membuat anak tenang sehingga ibu bisa lebih leluasa untuk beraktivitas. Namun, hal ini bisa berakibat buruk terhadap perkembangan balita, terutama perkembangan belajar bicara sang buah hati.

Tidak itu saja. Jarang mengajak anak berbicara atau berkomunikasi juga menjadi kesalahan yang sering dilakukan orang tua. Jika sibuk dengan pekerjaan yang ibu lakukan setiap hari, sebaiknya ibu memilih seorang baby sitter yang cerewet. Semakin cerewet maka semakin baik. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, anak belajar bicara diawali dengan mendengarkan. Semakin sering mendengarkan kata, maka anak akan semakin mudah untuk menirukan mengucapkan kata-kata tersebut.

Terlepas dari hal tersebut, masalah nutrisi harus diperhatikan. Stimulus tidak akan ada gunanya jika perkembangan otak anak tidak optimal lantaran nutrisi tidak terpenuhi. Untuk itu, penting sekali bagi ibu memastikan kebutuhan nutrisi anak terpenuhi. Selain memberikan makanan yang bergizi, sebaiknya ibu pertimbangkan pula untuk memberikan susu balita terbaik Friso Gold 3.

Agar ibu mendapatkan informasi tentang parenting, kunjungi situs Friso Indonesia. Ilmu parenting adalah ilmu yang menjelaskan tentang bagaimana mengasuh dan membesarkan anak dengan baik. Hal ini sangat penting jika ibu ingin sekali memaksimalkan perkembangan anak. Beberapa orang tua merasa sudah menerapkan parenting yang tepat karena mereka belajar dari orang tua mereka masing-masing. Namun, apakah cara yang mereka terapkan itu benar sesuai dengan pakar perkembangan anak? Ternyata belum tentu. Oleh sebab itu, kuasai parenting langsung dari ahlinya agar anak berkembang optimal dan masalah anak terlambat bicara bisa dihindari.

Author

Related

Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Post Reply