Bayi Cewek Atau Cowok? Pilih Program Kehamilan Tepat Sasaran!

Bayi Cewek Atau Cowok? Pilih Program Kehamilan Tepat Sasaran!

Program hamil biasanya tidak mempermasalahkan jenis kelamin, apa benar demikian? Semua orang bilang bahwa jenis kelamin tidak penting. Tapi, namanya manusia boleh saja berkeinginan. Tanpa menghakimi ‘sebab’ munculnya hasrat, semua orang diam – diam ingin jenis kelamin bayi sesuai bayangan. Bayangkan saja, dalam perjalanan hidup, baik perempuan atau laki – laki membayangkan masa bersama buah hati, entah bermain bola atau masak memasak dengan boneka sebagai medianya. 

Gender atau jenis kelamin merupakan hal misterius namun juga penting terlepas dari diakui atau tidak. Misalkan, anak perempuan banyak menguntungkan kalau ayah bunda gemar memadu padankan gaya untuk si kecil sedangkan anak laki – laki menguntungkan bila ayah dan bunda ingin mengarahkan si kecil menjadi atlet bela diri. Tidak ada yang keliru, toh semua jenis kelamin memiliki hak yang sama, meskipun tiap jenis kelamin punya kelebihan dari segi biologis.

Ilmu pengetahuan jaman sekarang berkembang pesat, bahkan terlalu cepat hingga tidak ada suatu kesimpulan berhasil ditemukan meskipun sebatas hipotesis atau perkiraan saja. Termasuk cara memperoleh jenis kelamin bayi sesuai keinginan. Ya, dengan kemampuan peneliti saat ini sudah ditemukan cara paling mendekati akurat meskipun belum sempurna di tahun dua ribu tujuh belas kini. Penasaran? mari simak lebih lanjut penjelasannya.

Sebelum masuk penjelasan cara, alangkah baiknya memahami terlebih dahulu apa yang menentukan jenis kelamin bayi. Struktur berbentuk benang yang mengikat satu sama lain hidup dalam sel – sel tubuh manusia adalah sebab dasar jenis kelamin secara biologis. Kromosom, nama dari benang tersebut, sejak awal manusia sampai mahluk hidup tercipta sudah hadir menentukan jenis kelamin. Baik perempuan maupun laki – laki akan memiliki jumlah kromosom.

Tubuh manusia bagaikan timbangan yang menuntut segala sesuatu berkadar pas, berarti tidak lebih namun tak kurang pula. Umumnya terdapat dua puluh dua pasang kromosom, atau total keseluruhan empat puluh enam kromosom. Meskipun sudah ada kadar kromosom standard, bukan berarti tidak ada orang dengan jumlah kromosom lebih bahkan kurang. Kondisi khusus seperti down syndrome sebetulnya disebabkan kromosom yang kurang mencapai kadar ‘pas’.

Kembali pada jenis kelamin yang ditentukan oleh kromosom jenis X dan Y. Seseorang yang terlahir perempuan memiliki kromosom X dan X, lucunya pria malah mendapat dua jenis kromosom bersamaan yakni kromosom X dan Y. Sama dengan penjelasan pada paragraf atas, jumlah kromosom dalam tubuh tetap sama meskipun X dan Y punya susunan kromosom berbeda. Bahkan, tingkat kromosom X dan Y menjadi dasar perkiraan kehadiran transgender yang tidak akan dibahas lebih lanjut dalam artikel ini.

Pada bayi, kromosom pertama kali dibentuk sejak sperma masuk mengejar indung telur. Kencan pertama yang berhasil antar sperma dan indung telur (biasa disebut pembuahan) akan memulai proyek janin termasuk penentu kadar kromosom. Kendati demikian, tiap tetes sperma memiliki potensi kromosom tersendiri menjadikan karateristik sperma berbeda – beda walaupun secara kasat mata terlihat sama persis, berbuntut dan berkepala bak kecebong, anak katak.

Jani Jensen, dokter dan asisten ahli kehamilan di Mayo clinic, Minnesota menjabarkan bahwa kromosom Y sebetulnya jauh lebih berat dibanding kromosom X. Sperma dengan dominasi kromosom Y jauh lebih lambat dibanding sperma yang kaya akan kromosom X. Ibarat badan, orang dengan berat lebih banyak cenderung lebih lamban dibanding orang yang kekurangan berat, meskipun tenaga terbilang jauh. Arti dari pengibaratan tersebut yakni sperma dominan Y punya daya tahan lebih lama.

Pembuahan dalam tubuh menuntut adanya ‘jodoh’ untuk indung telur. Mendekati siklus menstruasi berikutnya, pasangan kerap disarankan berhubungan badan pada saat pembuahan dengan anggapan kemungkinan hamil lebih besar. Secara ilmu pengetahuan tidak selalu demikian. Ya, memang berhubungan badan di masa subur sangat mungkin memicu kehamilan tapi berhubung topik kali ini program kehamilan penentu jenis kelamin bayi waktu menjadi faktor penting.

Kromosom Y lebih berat, dan lamban dengan daya tahan lebih lama tentu sudah dipahami, apa hubungannya dengan waktu ?

Ingat, usai menstruasi berarti banyak telur ‘mati’ terbuang bersama darah, tapi jangan lupa kalau telur terus diproduksi. Meskipun belum ada indung telur yang lebih ‘panas’ di luar masa subur, bukan berarti indung telur tidak bisa dibuahi. Tiga hari sebelum pembuahan, indung telur sudah mulai masuk tahap normal yang berarti kalau ada sperma mengajak ‘kencan’ mungkin indung telur masih agak malas tapi tetap saja menerima.

Hubungan badan tiga hari sebelum masa subur secara teori akan menghasilkan bayi perempuan. Tentu dengan catatan bahwa terlepas dari tiga hari pasangan tidak lantas ‘ketagihan’ hubungan intim dan malah keterusan, kalau sudah demikian beda lagi programnya. Lantas, kalau laki bagiamana ?

Kromosom X cenderung lebih ringan sehingga geraknya lebih cepat. Hal ini tercermin dari karateristik kaum adam yang serba cepat dan ringkas dalam melakukan segala hal. Begitu sperma dominan X masuk dalam ‘sarang bunda’ gerak seluruhnya bagai balapan grand prix, sangat cepat, itulah kenapa masa subur sangat menguntungkan.

Indung telur secara otomatis terpincut sperma yang tangkap dan tangkas, berbeda dengan dominan Y yang seolah menjalin perasaan terlebih dahulu untuk hubungan jangka panjang. Hubungan badan di masa subur memang cenderung menghasilkan bayi lelaki. Perlu diingat program kehamilan ini masih perkiraan tapi apa salahnya mencoba?

Author

Related

Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Post Reply