Batu Loncatan Perkembangan Bayi 4 Bulan

Batu Loncatan Perkembangan Bayi 4 Bulan

Perkembangan bayi 4 bulan seringkali jadi topik hangat di kalangan orang tua. Hal ini tidak aneh, mengingat usia 4 bulan merubah si kecil hingga seratus delapan puluh derajat. Bayi seperti orang lain, walaupun bukan dalam arti harfiah.

Entah sekedar rasa penasaran, atau bagian dari persiapan, pengetahuan adalah senjata yang sangat kuat. Sama hal dengan perkembangan si kecil, ada baiknya memahami lebih awal, atau terlambat dibanding tidak mengetahui sama sekali. Harap diingat pula, penjelasan di bawah ini bisa jadi terjadi namun juga tidak. Dinamika tubuh manusia membuat standarisasi kerap tidak berlaku bagi semua bayi. Tak perlu panic bila si kecil berbeda selama dirinya masih dalam jalur.

Tidur malam penuh anugrah

Harap diakui saja merawat bayi di bawah usia 4 bulan cukup berat, apalagi anak pertama. Siklus tidur bayi yang cukup berantakan kerap kali buat orang tua terjaga tiap malam. Tak jarang, bulan pertama kelahiran ibarat kamp perang, dimana terdapat teriakan dan amukan namun hanya tanda tanya besar yang muncul di pikiran orang tua. Menebak-nebak apa gerangan arti tangisan si kecil.

Tak perlu malu untuk akui di usia buah hati 4 bulan, terdapat anugrah tersendiri. Ya, batu loncatan perkembangan anak saat ini terletak pada siklus tidur. Umumnya, bayi usia 4 bulan mampu rasakan nikmatnya tidur malam dengan tenang. Tak ada lagi bangun mendadak di tengah malam, bahkan si kecil sudah mampu pahami bahwa kasur menandakan waktu tidur.

Bayi mungkin tidak lagi merengek minta dimanja kalau mendadak bangun. Sebagai orang tua, ada baiknya tetap waspada dan pastikan kebutuhan istirahat si kecil terpenuhi. Menurut rekomendasi mayoritas ahli kesehatan anak, bayi usia 4 bulan membutuhkan dedikasi empat belas sampai enam belas jam dalam sehari untuk terbang ke alam mimpi.

Warna hidup anak kian berarti

Pengelihatan merupakan bagian terbesar dalam hidup manusia. Sebagian besar aktivitas seperti berjalan-jalan, menonton tv, sampai dengan belajar di sekolah kemungkinan besar memerlukan mata. Inilah kenapa perkembangan kemampuan visual harus peroleh perhatian khusus.

Kala pertama bayi terlahir di dunia, kemampuan melihat bukan sesuatu yang patut dibanggakan. Di mata si kecil, segala sesuatu begitu samar, cenderung tak berwarna. Jangan heran, bila bayi hanya mampu menangkap warna kontras seperti merah terang, biru langit, kuning, atau malah hitam putih. Pastinya, kategori warna lembut seperti pastel bukan pilihan terbaik bagi mata buah hati ayah bunda.

Tubuh manusia terus berkembang setiap waktunya, tak terkecuali kemampuan melihat. Pengenalan warna, dan objek sebetulnya kombinasi antar mata dengan otak. Semakin diasah, maka semakin berkembang, inilah yang terjadi pada bayi berusia 4 bulan. Di usia enam belas minggu, bayi umumnya mampu pisahkan warna-warna berbeda, sehingga pengenalan objek dari jarak jauh lebih mudah.

Jangan salah, memahami bahwa terdapat beragam objek berbeda bukan tugas gampang bagi manusia kecil seperti bayi. Hal ini menjelaskan kenapa anak berusia 4 bulan senang mengikuti objek yang bergerak layaknya kucing. Beda antara kucing dan manusia tentu saja, gerakan tersebut didasari rasa penasaran setelah sekian lama, sejak umur 1 bulan tidak mampu mengetahui kejadian apa di sekelilingnya.

Bahaya tidak pernah datang tanpa gejala. Ibarat raja, selalu ada arakan penyambutan disertai pembukaan pelan namun pasti. Hal yang sama berlaku pada manusia. Kondisi mata seperti juling, buta, dan sebagainya bisa dilihat pula pada usia dini. Segera konsultasikan pada dokter kepercayaan bila buah hati tidak pernah mengikuti objek bergerak, atau bentuk bola mata yang sedikit atau bahkan sangat ganjil.

Ambil sana ambil sini

Rasa ingin tahu bukan hal aneh untuk dimiliki mahluk yang sudah berevolusi seperti manusia. Salah satu bentuk awal sifat dasar manusia ini adalah bagaimana bayi meraih barang bahkan bagian tubuh sepanjang mata memandang. Susunan otot dengan kerangka tulang yang kian kokoh dengan koordinasi otak yang lebih baik berikan si kecil kemampuan baru bernama genggaman.

Bayi ingin merasakan tekstur sebanyak mungkin. Jangan buru-buru marah atau kaget bila si kecil menarik rambut, atau memegang tubuh bunda atau ayah tanpa alasan. Tanpa madsud apapun, buah hati kadang hanya ingin tahu seperti apa rasanya ‘menyentuh’ orang terdekatnya.

Kenali sebab-akibat di lingkungan

Karakter dan sikap seseorang terdapat suatu barang selalu didasari sebab akibat rutin yang nantinya akan bentuk kebiasaan. Percaya tidak percaya, walaupun bayi belum tahu ‘satu tambah satu sama dengan dua’, namun faktor kebiasaan berdasar sebab akibat justru telah dibangun sejak dini. Apalagi, kesimpulan yang diperoleh bayi pada usianya kini akan dibawa hingga tahap balita, atau bahkan dewasa sekalipun.

Pemberian contoh biasanya menjelaskan lebih mudah dibanding metode lain. Dalam pembahasan sebab akibat, ada contoh menarik yang sangat sering terjadi. Banyak orang tua mendapati bayi senang melempar atau menjatuhkan barang tanpa alasan yang jelas. Padahal, kalau ditilik lebih lanjut, alasan si kecil senang menjatuhkan barang, adalah rasa puas ketika orang tua atau siapapun di dekatnya ambilkan barang tersebut untuknya.

Setiap sikap, tindakan, dan keputusan yang diambil orang tua akan sangat pengaruhi karakternya. Konsultasi dengan dokter anak atau ahli psikologi dijamin membantu pembentukan anak, tidak hanya kini namun juga masa depannya. Ingat, perkembangan bayi 4 bulan bukan sesuatu yang pantas diremehkan, mengingat tumbuh kembangnya ditentukan dari usia belia. (HN)

Author

Related

Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Post Reply