Balita Sehat Bisa Ibu Kontrol Dengan KMS

Balita Sehat Bisa Ibu Kontrol Dengan KMS

Sekarang lebih mudah untuk mengontrol apakah balita sehat atau tidak. Sudah ada KMS. Sayangnnya, tidak banyak orang tua yang mengetahui bagaimana menggunakan KMS ini. Bahkan, tidak jarang juga orang tua yang tidak tahu sebenarnya apa fungsi KMS.

Jika ibu selalu membawa si kecil ke Posyandu satu kali dalam satu bulan, ibu pasti familiar dengan KMS. Hanya saja mungkin ibu tidak tahu bagaimana buku KMS tersebut bisa ibu gunakan untuk mengetahui kondisi kesehatan balita.

Sekilas Tentang KMS

Apa itu KMS? Setidaknya dua hal yang harus ibu ketahui. Yang pertama adalah kepanjangan dari KMS, yaitu Kartu Menuju Sehat. Ini bukan berarti balita ibu tidak sehat sehingga balita ibu harus mendapatkan KMS. Ini digunakan agar ibu tahu kondisi kesehatan balita ibu semakin hari semakin bagus.

Hal kedua yang juga penting untuk ibu ketahui adalah tentang tujuan KMS. Pemerintah dari dulu hingga sekarang concern sekali dengan KMS ini. Concern pemerintah ini bisa dilihat dengan beberapa perubahan yang dilakukan. Dulu, KMS antara anak laki-laki dengan anak perempuan sama. Sekarang, karena penelitian terbaru, ternyata harus dibedakan antara KMS untuk anak laki-laki dengan anak perempuan. Tujuannya apa? Agar anak Indonesia sehat dan bisa berkembang dengan lebih optimal.

Jadi, jelas kan mengapa balita yang sehat bisa dilihat dari KMS?

kartu menuju sehat

nurlienda.wordpress.com

Cara Membaca KMS

Mengetahui cara membaca KMS berarti ibu mengetahui bagaimana kondisi tumbuh kembang balita serta bagaimana pemenuhan nutrisinya. Ini menjadi penting tidak hanya bagi petugas posyandu saja tapi juga ibu sebagai orang tua. Memang setiap kali posyandu, biasanya petugas akan mencatat dan menjelaskan hasil dari pencatatan di KMS sang buah hati. Namun, apa tidak lebih jika ibu juga mengerti?

Membaca KMS sebenarnya tidaklah sulit. Di sana, sudah terdapat kurva yang menunjukkan apakah perkembangan balita baik atau kurang baik. Nilai perkembangan tersebut dilihat dari berat badan balita. Apakah berat badan balita ideal, di bawah standar, atau justru berlebihan. Ini sudah ada kurva yang menunjukkan hal tersebut.

Yang harus dilakukan adalah melakukan penimbangan setiap kali pasyandu. Kemudian, berat badan balita ditulis di KMS dan lihat apakah masuk ke kurva yang kurang idea, ideal, atau berlebihan.

Beruntung jika berat badan balita ideal. Itu artinya balita sehat. Yang harus diperhatikan adalah ketika balita ibu memiliki berat badan di bawah standar. Ada kemungkinan si kecil kekurangan gizi. Namun, tidak ada itu saja kemungkinannya. Bisa saja balita ibu lahap dalam mengkonsumsi makanan. Akan tetapi, tubuhnya tidak menyerap gizi sebagaimana mestinya. Mungkin juga ada cacing di dalam usus si kecil.

Begitu juga dengan anak yang berat badannya berlebihan. Ini juga yang harus menjadi perhatian. Banyak sekali balita yang mengalami obesitas atau kelebihan berat badan disebabkan kurangnya beraktivitas. Balita sekarang susah sekali diajak bergerak apalagi ketika ia sudah kenal dengan gadget. Kesalahan orang tua pun bisa menjadi pemicunya. Pemberian jajanan sembarangan, pemberian susu yang tak dibatasi, serta pola makanan dengan gizi yang tidak seimbang menjadi faktor penyebab balita obesitas.

Jadi, tidak hanya balita yang terlihat kurus saja yang kurang sehat. Balita yang mengalami kegemukan juga sama-sama tidak sehat. Balita yang sehat merupakan balita yang memiliki berat badan idea sesuai dengan KMS.

KMS Hanya Menekankan Pada Perubahan Badan

Memang harus diakui KMS ini ada kelemahannya. KMS ini menjadi salah satu petunjuk pertumbuhan balita dilihat dari fisiknya, terutama berat dan tinggi badan balita. Padahal, harus diketahui juga tumbuh kembang balita tidak hanya dinilai dari fisik saja, tapi juga dari mental, yaitu tentang bagaimana ia berinterakasi dengan orang lain, bagaimana ia bersosialisasi dengan orang baru, dan lain sebagainya.

Meskipun demikian, langkah awal yang paling mudah untuk menentukan kesehatan balita memang dilihat dari fisik balita. Inilah mengapa dinamanakan Kartu Menuju Sehat, yaitu baru langkah awal menuju Indonesia yang sehat. Selanjutnya, masih ada tugas lain yang tak kalah penting untuk disempurnakan oleh ibu sebagai orang tua, yaitu membangun mental balita.

Membangun badan balita mungkin lebih mudah. Cukup dengan memberikan makanan yang bergizi seimbang serta selalu menyiapkan susu pertumbuhan yang terbaik. Sementara itu, membangun mental tidak bisa instan. Diperlukan pengetahuan parenting agar anak benar-benar tumbuh menjadi anak yang siap berkompetisi di masa yang akan datang.

Dalam hal parenting, ibu bisa berkonsultasi dengan pakar perkembangan balita. Silakan kunjungi website Friso Indonesia. Di sana ada fasilitas konsultasi online dengan pakar. Tanyakan apa saja yang ingin ibu tanyakan.

Selain itu, di sana ada juga artikel-artikel menarik mengenai cara mendidik anak dengan baik. Baik dalam hal ini bukan berarti baik standar masyarakat awam karena ternyata ada cara mendidik anak yang dilakukan masyarakat pada saat ini yang ternyata kurang tepat. Baik di sini artinya sesuai dengan ilmu psikologi anak. Jadi, yang akan ibu baca adalah artikel yang sesuai dengan apa yang dipelajari dan diteliti oleh pakar perkembangan anak. Ini menjadi sumbangsih para pemerhati perkembangan balita agar Indonesia memiliki generasi yang lebih baik dan lebih siap di masa yang akan datang. Itu semua hanya bisa terwujud jika semua balita sehat dan dididik dengan cara yang tepat.

Author

Related

Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Post Reply