Apa Itu Pendidikan Karakter ? Mari Simak Ulasan Berikut Ini!

Apa Itu Pendidikan Karakter ? Mari Simak Ulasan Berikut Ini!

Pendidikan karakter kerap dihubungkan dengan istilah etika, ahlak, dan nilai yang berkaitan dengan kekuatan moral, berkonotasi positif. Sedangkan Karakter menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia merupakan sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dari yang lainnya. Dengan begitu karakter merupakan nilai-nilai yang unik baik yang ada dalam diri dan dalam perilaku. Karakter secara koheren memancar dari hasil olah pikir, olah hati, olah rasa dan bicara, serta olahraga seseorang atau sekelompok orang.

Karakter juga sering disebut dengan istilah temperamen yang lebih memberi penekanan pada definisi psikososial yang dihubungkan dengan pendidikan dan juga  lingkungan. Sedangkan karakter dilihat dari sudut pandang lebih jelas lebih menekankan pada unsur psikis yang dimiliki seseorang sejak lahir. Dengan demikian bisa dikatakan bahwa proses perkembangan karakter pada seseorang dipengaruhi oleh banyak faktor yang khas yang ada pada orang yang bersangkutan yang juga disebut faktor bawaan dan lingkungan dimana orang yang bersangkutan tumbuh dan berkembang.

Faktor bawaan bisa dikatakan berada di luar jangkauan masyarakat dan individu untuk mempengaruhinya. Sedangkan faktor lingkungan merupakan faktor yang berada pada jangkauan masyarakat dan individu. Dengan begitu, usaha pengembangan atau pendidikan karakter seseorang dapat dilakukan oleh masyarakat atau individu sebagai bagian dari lingkungan melalui rekayasa faktor lingkungan.

Faktor Dari Pendidikan Karakter

Faktor lingkungan dalam konteks pendidikan karakter memiliki peran yang sangat peting karena perubahan perilaku peserta didik sebagai hasil dari proses pendidikan karakter sangat ditentunkan oleh faktor lingkungan ini. Dengan kata lain pembentukan dan rekayasa lingkungan yang mencakup diantaranya lingkungan fisik dan budaya sekolah, manajemen sekolah, kurikulum, pendidik, dan metode mengajar. Pembentukan karakter melalui rekasyasa faktor lingkungan dapat dilakukan melalui strategi : Keteladanan, Intervensi, Pembiasaan yang dilakukan secara Konsisten dan Penguatan.

Dengan kata lain perkembangan dan pembentukan karakter membutuhkan pengembangan keteladanan yang ditularkan, intervensi melalui proses pembelajaran, pelatihan, pembiasaan terus-menerus dalam jangka panjang yang dilakukan secara konsisten dan penguatan serta harus dibarengi dengan nilai-nilai luhur.

Pilar – Pilar Pendidikan Karakter

Pendidikan didasarkan pada enam nilai-nilai etis bahwa setiap orang dapat menyetujui  nilai-nilai yang tidak mengandung politis, religius, dan budaya. Beberapa hal di bawah ini yang bisa  untuk membantu siswa memahami Enam Pilar Pendidikan Berkarakter, diantaranya yaitu :

– Trustworthiness (Kepercayaan)

Jujur, jangan menipu, menjiplak atau mencuri, jadilah handal  dalam melakukan apa yang anda katakan anda akan melakukannya, minta keberanian untuk melakukan hal yang benar, bangun reputasi yang baik, patuh dengan keluarga, teman dan negara.

– Respect (Menghargai)

Bersikap toleran terhadap perbedaan, gunakan sopan santun, bukan bahasa yang buruk, pertimbangkan perasaan orang lain, jangan mengancam, memukul atau menyakiti orang lain, damailah dengan kemarahan, hinaan dan perselisihan.

– Responsibility  (Tanggungjawab)

Selalu lakukan yang terbaik, gunakan kontrol diri, disiplin, berpikirlah sebelum bertindak – mempertimbangkan konsekuensi, bertanggung jawab atas pilihan anda.

– Fairness  (Keadilan)

Bermain sesuai aturan, ambil seperlunya dan berbagi, berpikiran terbuka; mendengarkan orang lain, jangan mengambil keuntungan dari orang lain, jangan menyalahkan orang lain sembarangan.

– Caring  (Peduli)

Bersikaplah penuh kasih sayang dan menunjukkan anda peduli, ungkapkan rasa syukur, maafkan orang lain, membantu orang yang membutuhkan.

– Citizenship  (Kewarganegaraan)

Menjadikan sekolah dan masyarakat menjadi lebih baik, bekerja sama, melibatkan diri dalam urusan masyarakat,  menjadi tetangga yang baik, mentaati hukum dan aturan, menghormati otoritas, melindungi lingkungan hidup.

Pendidikan pada intinya bertujuan membentuk bangsa yang tangguh, kompetitif, berakhlak mulia, bermoral, bertoleran, bergotong royong, berjiwa patriotik, berkembang dinamis, berorientasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang semuanya dijiwai oleh iman dan takwa kepada Tuhan yang Maha Esa berdasarkan Pancasila.

Pendidikan ini berfungsi untuk:

-mengembangkan potensi dasar agar berhati baik, berpikiran baik, dan berperilaku baik

-memperkuat dan membangun perilaku bangsa yang multikultur

-meningkatkan peradaban bangsa yang kompetitif dalam pergaulan dunia.

Pendidikan dilakukan melalui berbagai media yang mencakup keluarga, satuan pendidikan, masyarakat sipil, masyarakat politik, pemerintah, dunia usaha, dan media massa. Pendidikan yang diterapkan di sekolah-sekolah juga menuntut untuk memaksimalkan kecakapan dan kemampuan kognitif. Dengan pemahaman seperti itu, sebenarnya ada hal lain dari anak yang tak kalah penting yang tanpa kita sadari telah terabaikan.Yaitu memberikan pendidikan karakter pada anak didik. Pendidikan karakter penting artinya sebagai penyeimbang kecakapan kognitif. Beberapa kenyataan yang sering kita jumpai bersama, seorang pengusaha kaya raya justru tidak dermawan, seorang politikus malah tidak peduli pada tetangganya yang kelaparan, atau seorang guru justru tidak prihatin melihat anak-anak jalanan yang tidak mendapatkan kesempatan belajar di sekolah. Itu adalah bukti tidak adanya keseimbangan antara pendidikan kognitif dan pendidikan berkarakter.

Pendidikan berkarakter adalah pendidikan yang menekankan pada pembentukan nilai-nilai karakterpada anak didik. Pendidikan karakter penting untuk pendidikan di Indonesia. Pendidikan ini  akan menjadi basic atau dasar dalam pembentukan karakter berkualitas bangsa, yang tidak mengabaikan nilai-nilai sosial seperti toleransi, kebersamaan, kegotongroyongan, saling membantu dan mengormati dan sebagainya.Pendidikan karakter akan melahirkan pribadi unggul yang tidak hanya memiliki kemampuan kognitif saja namun memiliki karakter yang mampu mewujudkan kesuksesan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh para ahli di Harvard University Amerika Serikat, ternyata kesuksesan seseorang tidak semata-mata ditentukan oleh pengetahuan dan kemampuan teknis saja, namunlebih oleh kemampuan mengelola diri dan orang lain.

Author

Related

Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Post Reply