Anggunnya Balet Mampu Latih Motorik Anak dan Karakter Si Kecil

Anggunnya Balet Mampu Latih Motorik Anak dan Karakter Si Kecil

Balet, tari tradisional yang terkesan anggun walau sebetulnya tidak kalah sulit dibanding jenis tarian lain. Semakin muda usia anak merupakan saat paling tepat untuk memasukkan ke kelas balet. Jangan salah, meski balet tergolong tarian, gerakan-gerakan gemulai balet ternyata mampu latih motorik anak lengkap dengan karakter baik, dengan akurasi yang cukup menakjubkan.

Orang tua mungkin sudah pernah mendengar betapa sulitnya berlatih balet. Bagaimana tidak? Gerakan balet menuntut penggunanya berdiri dengan jempol! Amatir yang melakukan dan berhasil, paling berujung di atas ranjang rumah sakit dengan balutan perban. Tapi, segala sesuatu yang beresiko pasti ada untungnya. Ya, manfaat balet bisa diperoleh bila dilakukan dengan benar, tidak asal dan terstruktur.

Profesi seorang ballerina alias penari balet sama dengan profesi lain yang butuh perjuangan. Apalagi, segala sesuatu yang berbentuk klasik jarang sekali dilirik langsung oleh generasi masa sekarang. Mirip-mirip dengan kasus tari tradisional Indonesia yang perlu ditingkatkan kembali peminatnya. Padahal, pelaku balet sejak usia dini bisa mendapat pendidikan karakter lewat balet.

Sebelumnya telah ditekankan berulang-ulang bahwa balet bukan sesuatu yang mudah walau kesannya ‘lembek’ sekali. Laki-laki yang melakukan balet sering dicela tanpa menyadari betapa besar disiplin seseorang, baik perempuan maupun laki-laki untuk lulus tiap inci gerakan balet. Anak secara tidak langsung melatih diri membuat jadwal di usianya yang belum sibuk, sehingga ketika dewasa, pengaturan waktu di aktivitas padat bukan masalah.

Tubuh tidak akan berfungsi dengan baik kalau asupan nutrisi saja super lembek. Apalagi lepas berlatih balet, tubuh pasti merengek lapar minta asupan nutrisi. Sejujurnya hanya makanan sehat seperti buah dan sayur yang mampu kembalikan rasa nyaman anak terhadap tubuhnya. Konsumsi junk food atau makanan cepat saji, cemilan penuh gula, hanya membuat tubuh semakin lelah.

Anak di usia dini cenderung sulit diajak kerja sama dalam bidang makanan. Lidahnya yang sensitif menginginkan jenis makanan renyah, kering, atau manis. Kalaupun konsumsi kudapan, paling jauh mintanya kripik kentang kemasan, toh memang itu yang paling enak dan kenyang. Padahal, pada kandungan produk telah dicantumkan jumlah sodium dan garam yang bikin elus dada.

Usai melakukan latihan balet, anak pasti akan lapar. Insting manusia bisa dibilang mengalahkan ahli gizi, radar tubuh menyala dengan terang demi memilah makanan. Sodorkan saja sayur dan buah pada anak, badan akan otomatis memilih makanan-makanan yang mampu pulihkan energi buah hati ayah bunda. Tak perlu rempong memaksa anak, si kecil akan belajar mana makanan yang sehat dan mampu buat dirinya beraktivitas kembali.

Disiplin tidak akan berhasil kalau tidak diikuti mendengarkan. Balet, sebetulnya memiliki resiko, dimana hal-hal tak diinginkan tersebut diminimalisir dengan rutinitas terstruktur dan petunjuk mutlak dari pelatih. Satu dua kali, anak mungkin hanya ingin mengangkat kaki seperti teman-temannya. Lambat laun, dirinya akan sadar kalau tidak mendengarkan instruksi, tarian baletnya tidak akan kemana-mana.

Problematika orang kurang sukses adalah kurangnya mendengarkan. Saat manusia tidak lagi mau mendengar, apalagi sudah dewasa, dirinya kesulitan menangkap apa mau orang lain. Kesempatan-kesempatan yang melayang di depannya kabur begitu saja karena telinga sudah tidak lagi mau menerima pendapat.

Pelatihan mendengarkan tidak akan berhasil jika hanya sekali dua kali. Sangat penting bagi bunda untuk membuat buah hati ‘jatuh cinta’ dengan balet. Puji saja tiap kali si kecil berhasil melakukan gerakan baru yang telah dicobanya berminggu-minggu. Anak akan senang mendapat perhatian dan merasa balet merupakan hal yang baik. Buah hati yang bersemangat akan berusaha mencari cara mengembangkan diri sendiri dengan mendengarkan instruksi dari pelatih.

Manusia terlahir dengan sifat dasar tidak gampang puas. Jenis penari apapun, mereka selalu ingin mendapatkan hasil terbaik. Inilah mengapa, banyak penari selalu mengejar gerakan dan tarian baru yang ingin dikuasai. Sifat inilah yang membentuk karakter ballerina cukup kuat, walaupun terlihat anggun dan menawan hati pemirsa balet.

Bicara mengenai anggun, apakah ayah bunda sadar, penampilan ballerina selalu terlihat cantik walaupun belum menari? Hal ini dikarenakan ballerina telah dilatih berdiri dengan postur tertentu, dengan leher yang diangkat, menimbulkan kesan tinggi, menawan, seperti angsa yang suci. Biasanya orang rela membayar berjuta-juta hanya demi latihan dan konsultasi perbaikan sikap tubuh. Si kecil yang terbiasa menari balet tidak akan memerlukan pelatihan lebih lanjut seputar posisi tubuh.

Sikap tubuh akan meyakinkan seseorang dalam hidup ini. Orang yang bungkuk cenderung terlihat tidak percaya diri, belum lagi meninjau segi kesehatan bahwa posisi tulang berpengaruh signifikan terhadap kesehatan masa tua. Daripada ambil resiko anak keburu tua, lebih baik percantik tubuh buah hati dengan cara alami sebelum terlambat.

Kaki jenjang, sangat didambakan banyak wanita. Trend memotret paha yang kurus bagaikan sepasang hot dog, atau kriteria model ternama merupakan bukti kaki yang indah meningkatkan taraf kecantikan seseorang. Diet, sebetulnya bukan jalan terbaik untuk mendapatkan kaki idaman, karena otot merupakan pembentuk utama.

Ballerina diam-diam tidak hanya berlatih koordinasi tubuh lewat tarian, namun juga otot. Menari balet sejak dini membuat bentuk kaki jenjang karena otot sudah lemas serta kokoh. Tidak gampang lho, mendapatkan jenis otot tersebut, tidak hanya kaki, bahkan seluruh tubuh. Inilah kenapa latih motorik anak dan karakter dengan balet tentu pilihan yang sangat tepat.

Author

Related

Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Post Reply