Anehnya Alasan Orang Tua Yang Menolak Imunisasi Bayi

Anehnya Alasan Orang Tua Yang Menolak Imunisasi Bayi

Ibu pasti tidak percaya jika banyak sekali alasan mengapa banyak penolakan terhadap imunisasi bayi. Jika selama ini ibu hanya tahu penolakan disebabkan oleh faktor agama, ada hal lain yang juga digunakan oleh para orang tua hingga akhirnya mereka tidak mengijinkan sang buah hati mereka diimunisasi. Bahkan, ada institusi pendidikan yang secara terang-terangan melarang semua siswa mendapatkan imunisasi.

Tentu, semuanya kembali ke masing-masing orang apakah mau memberikan imunisasi atau vaksinasi kepada anak atau tidak. Akan tetapi, jika dilihat dari varietas penyakit yang semakin banyak dan banyaknya anak yang mudah terjangkit penyakit, maka menolak imunisasi bukan hal yang tepat. Penolakan semacam itu tidak hanya bisa membahayakan satu anak saja atau anak yang lain. Karena ketika semakin banyak anak yang tidak mendapatkan vaksinasi dan terjangkit penyakit, maka peluang penyakit tersebut menjangkit anak lain juga semakin tinggi.

Maka dari itu, penolakan imunasasi itu hal yang aneh. Lebih aneh lagi jika ibu tahu alasan-alasan berikut yang membuat orang tua menolak vaksinasi bayi.

5 Alasan Aneh Menolak Imunisasi Bayi

Terdengar aneh karena memang tidak masuk akal. Selain itu, sudah ada sanggahan atau bantahan terhadap alasan tersebut sehingga sebenarnya sudah gugur alasan yang mereka gunakan tersebut.

  • Karena Teman

Kebanyakan orang tua menolak imunisasi untuk bayi karena mereka mendengarkan saran dari teman. Memang di Indonesia ini budaya word of mouth sangat efektif untuk membuat orang percaya. Bahkan, dalam dunia bisnis saja, masih banyak perusahaan yang menggunakan cara marketing ini. Jadi, yang digunakan adalah referensi dari orang lain. Terbukti, orang lebih percaya dengan ucapan orang sekitar yang ia kenal dan ia percaya daripada iklan atau penyuluhan.

Maka dari itu, sebanyak apapun penyuluhan oleh dinas kesehatan misalnya, tentang bagaimana pentingnya bayi mendapatkan imunisasi sepertinya sia-sia karena banyak orang tua yang lebih percaya dengan teman atau orang yang dikenal daripada dari orang dinas kesehatan.

Tentu orang yang bisa mempengaruhi tersebut menjelaskan melalui berbagai alasan. Alasan yang paling sering digunakan adalah alasan agama, dalam hal ini agama islam. Memang ada orang islam yang mengharamkan imunisasi karena bahan yang digunakan diambil dari hewan najis. Padahal, alasan ini sudah dibantah oleh MUI selaku Majlis Ulama Indonesia. Pihak MUI mengatakan vaksinasi pada bayi tidak haram. Vaksinasi halal.

Lalu, pertanyaannya adalah mengapa masih banyak yang menolak? Kembali lagi pada pokok persoalan. Mereka percaya word of mouth dari temanatau saudara terdekat.

  • Isu Konspirasi

Entah karena tidak suka dengan pemerintahan atau bagaimana, tapi isu konspirasi itu selalu muncul. Bahkan, setelah pemerintahan sudah berganti berkali-kali. Isu itu tetap ada. Ketika ada program pemerintah yang digratiskan untuk masyarakat seperti imunisasi untuk bayi, mereka yang terprovokasi dengan isu konspirasi mengatakan ini adalah ulang pemerintah menggunakan uang negara membeli vaksin dari luar yang sebenarnya tidak dibutuhkan oleh bayi.

Ibu pernah dengar isu tersebut? Hanya saja, kenapa isu konspirasi ini hanya untuk masalah imunisasi? Bagaimana dengan proyek pembangunan jalan atau investasi dari luar? Kenapa tidak ada isu konspirasi? Dari sini saja sudah jelas alasan ini mengada-ada.

  • Imunisasi Menyebabkan Anak Mengalami Autis

Untuk alasan yang satu ini, memang pernah ada peneliti yang mengatakan demikian. Jadi, ada anak yang mengalami autisme setelah dulu waktu masih bayi mendapatkan imunisasi.

Akan tetapi, riset yang dilakukan oleh peneliti tersebut kemudian disanggah dengan alasan yang tak jauh lebih hebat. Banyak bayi yang tidak mengalami autis setelah mereka mendapatkan imunisasi. Alasan inilah yang kemudian membuat riset yang mengatakan imunisasi penyebab anak autis dikatakan tidak valid. Karena autis itu disebabkan oleh banyak faktor. Dan sampai saat ini, tidak ada penelitian yang menyebutkan bahwasannya imunisasi itu salah satu faktor autis.

Untuk hal yang bersifat ilmiah atau medis semacam ini, sebaiknya ibu tidak boleh langsung percaya begitu saja. Alangkah baiknya jika ibu melakukan cross check terlebih dahlulu. Setidaknya ibu bisa tanya kepada pakarnya secara langsung. Atau ibu bisa tanya dengan dokter anak secara online di www.ibudanbalita.com. Pertanyaan apapun yang ibu ajukan akan dijawab dengan valid oleh orang yang kompeten di bidangnya.

  • Efek Samping

Ibu pasti tahu efek samping yang paling sering terjadi setelah vaksinasi pada bayi. Ialah demam atau badan panas. Memang ini adalah efek sampingnya, tapi hal ini tidak perlu dikhawatirkan. Sayangnya, banyak pihak yang tidak setuju dengan vaksinasi ini melebih-lebihkan efek samping tersebut. Mereka sering mengatakan demam bisa menyebabkan kejang-kejang. Dan ini berbahaya bagi bayi. Padalah, setiap kali bayi mendapatkan imunisasi, ibu pasti akan diberi obat penurun panas jikalau bayi mengalami demam yang begitu tinggi.

  • Bayi Sehat Tidak Perlu Imunisasi

Alasan ini sebenarnya mudah sekali untuk dibantah. Bayi memang sehat. Tapi bagaimana ketika dewasa nanti. Apalagi ketika virus yang semakin hari semakin kebal terhadap penyakit. Sementara itu, kondisi imun anak belum tentu semakin kuat.

Makanya, mereka yang menolak imunisasi harus paham bahwasannya tujuan imunisasi itu untuk pencegahan penyakit, bukan untuk mengatasi penyakit, terutama pencegahan penyakit yang berbahaya dan menular.

Banyak hal yang bisa dilakukan oleh siapapun. Bukan hanya seorang ahli kesehatan dan dokter. Ibu pun bisa melakukan sesuatu untuk membuat orang semakin pahan pentingnya imunisasi bayi.

Author

Related

Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Post Reply