Anak Kurang Gizi Tidak Selalu Kurus

Anak Kurang Gizi Tidak Selalu Kurus

Banyak orang yang mengira kurus itu tanda anak kurang gizi. Memang itu benar tapi tidak sepenuhnya tepat. Badan yang kurus tidak satu-satunya tanda bahwasannya anak mengalami kekurangan gizi.

Bahkan, anak yang terlalu gemuk juga tidak bisa dikatakan anak yang sehat. Sayangnya, ada stigma di masyarakat di mana anak yang gemuk itu sehat dan terlihat lucu. Begitu juga dengan bayi yang gemuk. Maka dari itu, tidak jarang orang tua yang memberikan mekanan kepada bayi mereka padahal usianya belum mencapai 6 bulan. Alasannya sama. Bayi mereka terlihat kurus dan bayi tersebut dianggap tidak sehat. Pada akhirnya, bayi sudah diberi makanan selain ASI sebelum waktu yang seharusnya.

Hal-hal yang menyalahi aturan ilmu kesehatan tersebut nyatanya masih dipercaya oleh masyarakat, terutama mereka yang tidak mengerti betul tentang ilmu kesehatan. Tentu hal tersebut sangat bisa dimaklumi. Maka dari itu, berbagai cara dilakukan oleh para ahli kesehatan untuk menyebarkan info kesehatan yang benar. Salah satunya melalui media online seperti www.friso.co.id. Banyak sekali artikel yang membahas tentang kesehatan anak di situs tersebut. Tak terkecuali yang terkait dengan anak kekurangan gizi.

Ciri Anak Kekurangan Gizi Tidak Hanya Kurus

Ciri paling mudah adalah badan kurus dan lemas. Sayangnya, ada juga lho anak yang terlihat gemuk atau memiliki ukuran tubuh proporsional tapi anak tersebut dikatakan kekurangan gizi lho. Maka dari itu, ketahui dulu beberapa ciri anak yang mengalami kekurangan gizi berikut ini.

  • Sulit Konsentrasi

Apakah anak ibu termasuk anak yang sulit konsentrasi? Ibu bisa melakukan tes kecil-kecilan. Coba belikan mainan tertentu dan minta anak untuk menyelesaikan mainan tersebut. Jika ia berhasil menyelesaikan, maka anak ibu tidak memiliki masalah dengan konsentrasi. Dan besar kemungkinan anak ibu sehat, tidak mengalami kekurangan gizi.

Anak yang sulit konsentrasi itu biasanya sulit diajak berkomunikasi. Saat ia diajak berbicara, ia justru memperhatikan hal lain atau bahkan membicarakan topik yang lain.

Dan kesulitan konsentrasi ini tidak hanya menjadi tanda anak mengalami kekurangan gizi. Ini juga pertanda kurang baik bagi tumbuh kembangnya. Para pakar pendidikan menemukan fakta bahwasannya anak yang tingkat konsentrasinya tinggi itu memiliki kecerdasan yang luar biasa. Begitu sebaliknya. Maka dari itu, agar anak bisa konsentrasi, ibu harus pastikan kebutuhan nutrisinya terpenuhi. Ini tidak hanya sebagai cara untuk mengatasi masalah kekurangan gizi, tapi juga untuk merangsang kecerdasan anak.

  • Sering Merasa Cemas

Kecemasan ini bisa disebabkan oleh banyak hal. Bisa saja anak cemas karena tidak mendapatkan kasih sayang yang seharusnya didapatkan dari orang tua. Bisa saja orang tuanya begitu sibuk dengan pekerjaan atau bahkan orang tuanya meninggal. Hal tersebut bisa membuat anak merasa cemas. Cemas karena tidak seperti anak-anak lain yang memiliki orang tua di mana mereka bisa bercengkrama.

Akan tetapi, ada juga anak yang sering merasa cemas karena kekurangan gizi. Ia mendapatkan kasih sayang penuh dari kedua orang tua tapi tetap memiliki rasa cemas. Ia tidak percaya diri dan cenderung tertutup dengan teman-teman yang lain. Hati-hati jika ada tanda-tanda seperti ini. Bisa saja anak kekurangan gizi. Segera konsultasikan dengan dokter atau psikologi anak agar ibu segera mendapatkan solusinya.

  • Kulit Kering dan Besisik

Ternyata, bukan hanya udara panas yang menyebabkan kulit kering. Memang jika ibu tinggal di daerah yang panas, kulit terasa kering dan terlihat besisik. Namun, jika si kecil mengalami hal tersebut, coba perhatikan kebutuhan nutrisinya apakah sudah terpenuhi atau belum.

Kulit yang besisik itu bisa saja tanda kekurangan gizi pada anak. Ini menjadi gejala paling awal di mana anak mengalami kekurangan gizi. Kulit kering dan besisik menjadi respon pertama tubuh untuk menunjukkan bahwasannya tubuh kekurangan gizi, terutama kekurangan mineral serta vitamin E. Maka dari itu, ibu harus melakukan sesuatu dengan segera. Mintalah si kecil minum air putih yang banyak. Jika perlu, buatkan jus buah jeruk, jambu, atau mangga agar kebutuhan nutrisinya terpenuhi.

Setidaknya tiga hal tersebut yang menjadi pertanda anak mengalami kekurangan gizi selain badan yang terlihat sangat kurus. Lalu, bagaimana dengan anak ibu? Semoga saja tidak ada tanda-tanda kekurangan gizi seperti itu yang terlihat pada sang buah hati.

Kemiskinan Bukan Satu-Satunya Faktor Anak Kurang Gizi

Sering kali masalah anak kurang gizi itu dikaitkan dengan kemiskinan. Faktanya memang demikian. Beberapa kasus anak mengalami kekurangan gizi ternyata berasal dari keluarga yang miskin. Kemiskinan menjadi alasan orang tuanya tidak bisa memberikan makanan dan minuman yang bergizi untuk sang buah hati.

Akan tetapi, kemiskinan bukan satu-satunya faktor penyebab anak mengalami kekurangan gizi. Ini fakta juga di mana anak yang tinggal bersama keluarga kaya juga bisa mengalami hal tersebut. Hanya saja, pemicunya berbeda. Orang tua tidak terlalu memperhatikan kesehatan anak. Mereka terlalu sibuk dengan urusan pekerjaan dan akhirnya urusan perkembangan anak diserahkan kepada orang lain, entah itu baby sitter, pembantu, atau orang yang berada di TPA (tempat penitipan anak).

Sesibuk apapun, seharusnya orang tua memperhatikan kesehatan anak. Setidaknya, ia menyiapkan makanan yang dipastikan sehat dan bergizi untuk sang buah hati. Memberikan susu Friso Gold 3 menjadi hal yang harus dilakukan. Dengan demikian, bisa dipastikan kebutuhan nutrisi harian terpenuhi sehingga tidak ada tanda-tanda anak kekurangan gizi yang muncul.

Author

Related

Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Post Reply