Alasan Kenapa Susu Pertumbuhan Anak 5 Tahun Begitu Dibutuhkan Si Kecil

Alasan Kenapa Susu Pertumbuhan Anak 5 Tahun Begitu Dibutuhkan Si Kecil

Tumbuh kembang buah hati ayah bunda tentu menjadi fokus utama orang tua yang memang sayang atau bahkan cinta anak. Senyum manisnya di pagi hari, dan tawa hiasi tiap detik orang tua buat hati ini kian meleleh. Apalagi, di masa balita, anak pada umumnya makin bikin gemas. Tak jarang, susu pertumbuhan anak 5 tahun kerap tersedia di meja makan demi bantu pertumbuhan si kecil.

Belanja bulanan sepertinya tak tergolong hal aneh untuk dilakukan. Agenda belanja bulanan, kadang tidak tetap pada daftar saja, apalagi kaum hawa seringkali mata kesana kemari. Tidak ada jeleknya ‘inspeksi’ produk di pasar secara dadakan, siapa tahu ada produk berguna bagi pertumbuhan si kecil yang bagus.

Definisi bagus tidak selalu sama bagi tiap orang. Akan tetapi, pada dasarnya suatu produk dianggap baik bila sesuai dengan kebutuhan konsumen. Dalam konteks minuman perkembangan, tentu saja kandungan susu anak yang sesuai dengan kebutuhan tumbuh besar si kecil. Caranya, tak lain dan tak bukan adalah mengenali perkembangan balita saat ini.

Bicara perkembangan, mari ingat kembali masa ketika si kecil masih bayi. Mengasuh bayi bisa jadi hanya pusing pada masalah tangisan ambigu yang tak jelas artinya. Selama ayah bunda tahu bagaimana cara mendiamkan si kecil, harusnya tidak ada masalah berat. Capek, memang, namun paling tidak orang tua atau pengasuh tak perlu lari kesana kemari, lain dengan mengawasi balita.

Tubuh balita umumnya sangat lentur dan fleksibel. Ibarat per dalam kotak yang siap ‘loncat’ keluar ketika dibebaskan, balita langsung main kesana kemari, eksperimen dengan tubuhnya sendiri. Loncat, berguling, semi salto, semua dilakukan demi kepuasan hatinya. Inilah kenapa tubuh yang memadai akan menentukan arah kesehatan buah hati ayah bunda.

Gerakan tubuh secara teknis dikendalikan tiga unsur, yakni tulang, otot, dan saraf pada otak. Kalau bicara soal fondasi tubuh, apalagi kalau bukan tulang yang paling berjasa. Banyak orang tua tidak sadar balita kekurangan kalsium, hingga si kecil terserang kelainan.

Harap diingat, tulang tidak terbatas pada tulang kaki, tangan, punggung, atau tengkorak. Gigi yang menjadi bintang senyuman indah juga termasuk kategori tulang. Hal ini menjelaskan kenapa beberapa anak punya kondisi gigi yang tidak bisa tumbuh dengan baik, tak adanya kalsium jelas ‘merusak’ penampilan si kecil.

Jangan buru-buru beli suplemen kalsium, karena sebetulnya satu senyawa saja tidak menjamin perkembangan si kecil akan optimal. Layaknya Batman dan Robin atau ayah tanpa bunda, kalsium yang berdiri sendiri tak akan mampu berikan manfaat maksimal. Semua orang butuh pendamping, tak terkecuali senyawa pembantu perkembangan manusia.

Vitamin D3, bisa dibilang jodoh sempurna bagi kalsium. Umumnya, vitamin D3 sangat sulit dicari dalam bentuk makanan saja, justru sumber terbaik berasal dari sinar matahari. Bisa dibilang, beruntung bayi, bila ayah bunda yang tinggal di desa atau pedalaman lain dengan akses sinar matahari.

Tak ada yang salah dengan ayah bunda yang tinggal di kota. Makin tinggi tingkat globalisasi, dan pentingnya uang untuk bertahan hidup memaksa manusia menguras alam, termasuk Indonesia. Canggihnya teknologi diiringi dengan tingginya polusi, sehingga lingkungan tak lagi bersahabat bagi manusia. Mau tidak mau anak berlindung dalam rumah, kesulitan bertemu sinar matahari sudah biasa.

Dilema, memang, kalau melihat anak tak bisa bermain di bawah hangatnya sinar matahari. Padahal, tanpa adanya vitamin D3 yang berasal dari matahari, kalsium tak bisa diserap dengan baik. Akibatnya, korban penyakit ricket bergelimpangan di era modern. Apa itu Ricket?

Salah satu penyakit tulang berbahaya di usia balita disebut ricket ini, membuat tulang tidak normal. Gejala tidak terbatas pada perut menonjol, atau sembelit, tapi bisa mengarah pada kepala yang perlahan berubah menjadi segi empat. Belum lagi, penyakit ricket sangat mungkin dibawa hingga dewasa. Waduh, seram sekali, kalau dipikir sekedar kekurangan vitamin D3 saja sudah ribet sekali konsekuensi yang harus dihadapi, belum anggaran pengobatan kelak.

Pikiran positif itu harus, penyakit ricket, bila tuhan menginjinkan mungkin si kecil akan terhindar. Tapi, apalah hidup tanpa resiko. Seringkali, penyakit-penyakit kecil seperti luka gores bisa jadi berbahaya kalau sudah mendekati infeksi. Terlebih, balita biasanya asyik bermain tanpa sadar dirinya sudah luka di sana sini.

Bermain di luar ruangan atau dalam ruangan, namanya anak-anak sudah lupa dunia. Imajinasi si kecil begitu liar, ingin terpuaskan. Hal ini menjelaskan kenapa meleng sedikit saja, anak sudah di ujung meja, atau mungkin mendekati area-area tajam di rumah. Rasa ingin tahu si kecil tak jarang memperparah tingkat bahaya di sekelilingnya.

Terlalu dekat dengan anak tidak berbuah manis, lho. Orang tua yang terlalu mengekang si kecil, apalagi sampai tidak memperbolehkan dirinya main bersama teman sebanyanya, berarti minta perang dalam skala kecil. Balita sangat senang bermain dengan teman sebayanya, jangan salahkan bila dirinya ingin diberi ruang gerak lebih luas.

Ambil nafas, tenang, masih ada pengaman tak kasat mata yang bisa orang tua berikan. Apa madsudnya?

Daya tahan tubuh merupakan satu-satunya harapan menjaga anak jarak jauh. Vitamin A, C, dan E merupakan tiga serangkai yang bertanggung jawab mengusir bakteri dan kuman eksternal. Jangan lupakan untuk mencari kandungan tersebut ketika ayah bunda pergi belanja susu pertumbuhan anak 5 tahun.(HN)

Author

Related

Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Post Reply